Selain Pertanyakan Perkembangan Kasus di Kejari, DEP-FKR Ungkap Sejumlah Proyek Bermasalah di Jeneponto

    Selain Pertanyakan Perkembangan Kasus di Kejari, DEP-FKR Ungkap Sejumlah Proyek Bermasalah di Jeneponto
    Departemen Investigasi Dewan Eksekutif Pusat Federasi Keadilan Rakyat (DEP-FKR) Hadiri agenda Balla Aspirasi di Kejaksaan Negeri Jeneponto/ Foto: Subair Talle bersama Kejari Jeneponto, Susanto Gani.

    JENEPONTO, SULSEL - Departemen Investigasi Dewan Eksekutif Pusat Federasi Keadilan Rakyat (DEP-FKR) mempertanyakan perkembangan sejumlah kasus di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto yang telah terlapor beberapa hari lalu.

    Subair selaku Departeman Investigasi menyebutkan, adapun sejumlah kasus yang dipertanyakannya perkembangannya, yakni. Proyek pembangunan talud dan jembatan BPBD Jeneponto, proyek Dinas Parawisata Jeneponto yang berlokasi di Pantai Tamarunang dan makan minum Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

    "Itu semua yang pernah kami laporkan beberpa hari lalu di Kejaksaan Nwgeri Jeneponto. Makanya saya kembali pertanyakan sudah sejauh mana perkembangannya, " sebut Subair kepada media, Jumat (13/5/2022).

    Hal itu Subair ungkapkan saat menghadiri kegiatan Balla Aspirasi yang aktif dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Jeneponto setiap hari Jumat.

    Kata dia, agenda Balla Aspirasi Kejari Jeneponto ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait masalah kasus hukum.

    Subair berharap semoga agenda Balla Asprasi ini tetap dilaksanakan dan bermanfaat bagi proses pencegahan serta pemberantasan tindak pidana korupsi di Kabupaten Jeneponto.

    Selain mempertanyakan perkembangan sejumlah kasus tersebut, Subair juga mengungkap beberapa proyek yang belum dimanfaatkan, seperti. Tempat Pengelolaan Sampah (TPS3R) Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, jalan lapen Ujungloe, TPA Panaikang dan proyek Air Minum (Pansimas) TA.2020 di Desa Maero.

    "Kuat dugaan kami proyek ini tidak punya asas manfaat akibat kesalahan regulasi pada proses penetapan swakelola, " tuturnya.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Jeneponto Susanto Gani memaparkan, bahwa sejumlah laporan DEPFKR telah tindaklanjuti. Namun ada juga beberapa masih menunggu tahap pemeriksaan dari Tim Ahli.

    Untuk informasi beberapa proyek pembangunan yang ada di Kecamatan Tamalatea dan Kecamatan Bontoramba yang diduga memiliki potensi permasalahan, pihaknya akan turun memantau langsung dalam waktu dekat ini.

    "Kami tetap tindaklanjuti, " terangnya.

    Terkecuali sebut Susanto kasus makan minum pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jeneponto. Kasus ini tidak ditindaklanjuti. Sebab, pihak Polres sudah mengeluarkan sprint terkait masalah tersebut.

    "Terpenting kami sampaikan proses pendampingan pihak Kejari hanya pada tingkat atau level permasalahan hukum saja seperti adanya kasus atau masalah pencairan anggaran, kasus komplain tanah, " papar Susanto.

    Penulis: Syamsir

    Editor: Cq

    JENEPONTO SULSEL
    Syamsir

    Syamsir

    Artikel Sebelumnya

    Asosiasi Pedagang Pasar Karisa Desak Pemda...

    Artikel Berikutnya

    Persiapan yang Matang, Resepsi Pesta Pernikahan...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 204

    Postingan Tahun ini: 1765

    Registered: Jul 16, 2020

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 197

    Postingan Tahun ini: 1180

    Registered: May 24, 2021

    Basory Wijaya

    Basory Wijaya

    Postingan Bulan ini: 109

    Postingan Tahun ini: 496

    Registered: Oct 11, 2021

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 106

    Postingan Tahun ini: 212

    Registered: Mar 10, 2022

    Profle

    Narsono Son

    Peningkatan Pelayanan Publik Jadi Prioritas Lapas Pasir Putih NK
    Petugas Lapas Pasir Putih Layani Warga Binaan Vidio call
    Miris Kondisi Ekonomi, Imam Masjid Nurul Mu'min Bette Desa Janganjangan Sudah 5 Bulan Tak Terima Insentif
    Komang Rena Akhirnya Terpilih secara Aklamasi Sebagai Ketua PHDI Pemurnian Masa Bakti 2022-2027

    Follow Us

    Recommended Posts

    Yulizal Yunus: KAN Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Adat, Bukan Bagian Struktural LKAAM
    Kumdam Gelar Penyuluhan Hukum di Satuan Jajaran Kodam Hasanuddin
    Warga Ditemukan di Area PT Huadi Kemudian Meninggal, Kapolres Bantaeng: Polda Akan Bantu Untuk Menyelidiki Kasus Ini
    Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Dialog Interaktif di RRI Makassar
    Pangdam Hasanuddin Pimpin Apel Gelar Pasukan Sambut Kedatangan Wapres RI